Review Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro)

Kemasan Mi In-Ear Headphones Pro
Beberapa minggu yang lalu sebuah kejadian dahsyat terjadi (jeng jeng jeng) yaitu ketika earphone kesayangan saya mengalami kegagalan dalam mengeluarkan suara (dor!) alias udah ga bersuara lagi, mungkin dengan adanya kejadian itu saya harus membeli yang baru kali ya.

Sejak kejadian itu terjadi saya harus mencari earphone yang bagus dan murah, dari sekian banyak merk earphone yang ada saat itu, akhirnya hati saya memilih Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro) panjang ya namanya, semoga ketahanan earphone ini juga panjang.

Box  Mi In-Ear Headphones Pro
FYI earphone ini adalah earphone terbaru dari xiaomi setelah piston 3, setelah saya pakai beberapa minggu saya kepikiran untuk review barang ini. Entah kenapa saya sedikit sulit menemukan review barang ini apa karena tidak resmi masuk indonesia atau karena jarang yang membeli produk ini.
Tanpa panjang lebar mari simak pengalaman saya menggunakan Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro) Cekidot!


Isi Box
Isi box  Mi In-Ear Headphones Pro
Kemasan pada produk ini sangat minimalis (Tidak seperti seri Piston) hanya berupa kardus putih kecil yang berisi Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro), Buku manual berbahasa China, 3 tambahan Earbuds dengan berbagai size.

Desain
Jujur saya sangat suka dengan design earphone ini karena menggunakan bahan material berkualitas, dengan design bevel. Diklaim kalau Earphone ini juga telah dirancang berulang kali pada permukaan dan kelengkungan yang cocok untuk dipakai dalam jangka waktu yang lama. Bahkan dapat lupa apabila  menggunakan earphone ini. Sadis ya. 

Adanya tombol volume up (next player), start, volume down (previous player) yang ngebuat saya makin jatuh hati sama produk ini apalagi bahannya metal yang mengelilingi ketiga tombol itu. Selain itu bahan pada kabelnya berbahan seperti tali sepatu (saya sebut gitu) diklaim sih anti kelibet.

Fitur
 Mi In-Ear Headphones Pro
Sebuah lagu dengan lirik dan melodi yang indah dapat Anda dengarkan dengan jelas dan jernih apabila menggunakan earphone Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro) ini. Earphone pada umumnya hanya menggunakan 1 sound unit namun Earphone Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro) menggunakan 2 sound unit dengan mengkombinasikan "dynamic" dan "iron" unit pada earphone lainnya menjadi satu. Dengan ini, kualitas lagu yang Anda dengarkan akan sangat detail baik lagu mellow dengan bass yang dynamic, lagu rock, maupun senar gitar dengan nada yang tajam. 

Begitulah kata Xiaomi, Saya sih merasa lebih balance suaranya (saya bukan audiophile) antar suara rendah dengan suara beat. Untuk telpon sih saya merasa jernih karena diklaim xiaomi sudah menggunakan microphone MEMS dengan SNR 58dB yang membuat suara panggilan telepon lebih berkualitas.

fitur lengkapnya kamu bisa liat situs resminya disini

Harga
Jangan kaget kalau saya membeli produk ini seharga 214 ribu (lagi diskon) di salah satu toko online ternama Indonesia, kisaran harganya sih berkisar 200rb - 300rb, Tidak nyangka kan harganya bisa sebegitu murah dibanding dengan merk lain. Tapi tetep waspada dengan barang kw alias palsu, pastikan toko yang kamu beli sudah memiliki rating terbaik dan terpercaya.

Kesimpulan.
Sebetulnya saya tidak memiliki ekspektasi pada Earphone Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro) ini, tetapi setelah beberapa minggu saya pakai banyak sekali kelebihan diluar ekspekratasi saya walau setiap kelebihan pasti akan dibarengi dengan kekurangan, jika saya jabarkan kekurangan dan kelebihan akan seperti ini.

Kelebihan :
- Harga murah dibanding merk lain.
- Bahan metal dan kabel anti kusut saya kasih jempol buat Xiaomi.
- Adanya tombol volume up (next player), start, volume down (previous player).
- Suara makin bagus kalau hpmu juga xiaomi karena ada pilihan equalizernya.

Kekurangan :
- Kapan resmi di Indonesia ?
- Pada bagian jack 3mm ke kabel rawan putus.

Sekali lagi saya salut dengan Xiaomi karena dapat menghadirkan produk terbaiknya dengan harga terbaik pula, sebelumnya saya juga memiliki produk dari Xiaomi yaitu Redmi 1s (udah dijual), Powerbank Mi 10400, Mi Band, Mi4i, Yi Cam dan yang terakhir adalah Earphone Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro) ini. Saya tidak pernah kecewa dengan produk dari Xiaomi, mungkin untuk kamu yang lagi mencari earphone yang murah tapi berkualitas, produk ini bisa jadi salah satu list kamu. Mungkin segitu aja review dari saya ya, jika ada pertanyaan silakan komen di tulisan ini :).

Bahan metal dari Mi In-Ear Headphones Pro
3 tombol Mi In-Ear Headphones Pro
Kabel anti kusut dari Mi In-Ear Headphones Pro
Earbuds Mi In-Ear Headphones Pro
Mi In-Ear Headphones Pro
Sekian review dari saya, salam rayi.
Terus yi? - Review Xiaomi Mi IV Hybrid Dual Drivers Earphones In-Ear Headphones (Mi In-Ear Headphones Pro)



Download Pokemon Go dan Istilah Pokemon Go Indonesia

Pokemon Go Indonesia
Setelah ditungu tunggu akhirnya pokemon go rilis juga, betapa penasarannya sama game ini. Walau di Negeri tercinta kita belom rilis secara resmi tapi tidak usah khawatir karena kita dapat memainkannya dengan download manual. link saya sertakan dibawah ya :)

Link download Pokemon Go

Awalnya saya bingung bagaimana cara bermain game Pokemon Go ini, karena rasa penasaran saya yang tinggi saya coba untuk googling dan taraa~ saya menemukan Glosarium Pokemon Go Resmi berbahasa inggris. Agar Pokemon Go mudah dipahami maka pada kesempatan kali ini, Saya akan sharing mengenai Glosarium pada game Pokémon GO, baik itu istilah, nama item, atau yang lainnya. Jika ada tips memainkan game ini boleh ditambahkan di kolom komen ya :)

Battle
Didalam Gym, kamu dapat melakukan pertarungan/battle dengan tim lain. Apabila kamu memenangkan pertarungan itu, maka kamu dapat mengambil alih Gym dari tim sebelumnya.

Setiap kali kamu memenangkan pertarungan, makan ‘Gym’s Prestige’ akan berkurang, dan apabila sudah mencapai angka nol, maka kamu dapat mengambil alih Gym tersebut.

Combat Power (CP)
Combat Power adalah kekuatan serangan Pokémon. Tinggi rendahnya Combat Power akan mempengaruhi seberapa baik Pokémon tersebut dalam pertempuran.

Defender Bonus
Kamu bisa mendapatkan Stardust dan PokéCoins pada setiap Gym yang kamu miliki. Defender Bonus dapat diklain di Shop.

Eggs
eggs pokemon go

Pokémon Eggs bisa kamu dapatkan di PokéStops. Pokémon Eggs memerlukan Incubator untuk dapat menetas. Setelah kamu menempatkannya di Incubator, maka telur akan menetas menjadi Pokémon setelah kamu berjalan pada jarak tertentu.

Evolution
Evolusi adalah proses penggunaan Candy untuk merubah Pokémon ke bentuk selanjutnya.

Candy
candy Pokemon Go

Kamu bisa mendapatkan Candy dengan menangkap Pokémon, menetaskan telur, dan mentransfer Pokémon ke Profesor. Candy dapat digunakan untuk meningkatkan Combat Power dan untuk Evolusi Pokémon.

Experience Points (XP)
Tingkat Experience Points (XP) kamu untuk bisa naik ke Level yang lebih tinggi.

Fainted Pokémon
Fainted Pokémon adalah Pokémon yang HPnya mencapai angka nol. Fainted Pokémon dapat dihidupkan kembali dengan item Revive atau Max Revive.

Gyms
Gyms Pokemon Go

Gyms adalah tempat dimana kamu dapat melakukan pertarungan antar Pokémon dengan tim lawan.

Gyms yang dijaga oleh tim yang sama dengan kamu dikenal dengan sebutan ‘Friendly Gyms’, sedangkan Gyms yang dijaga oleh tim lawan disebut ‘Rival Gyms’.

Gyms yang belum diklaim oleh tim manapun disebut dengan ‘Open Gyms’.

Hit Points (HP)
Pokémon dengan Hit Points (HP) mencapai nol akan Fainted. Untuk membangkitkannya, kamu harus menggunakan item Revive atau Max Revive.

Incense
Incense Pokemon Go

Dengan menggunakan Incense, Wild Pokémon akan mendekat ke area kamu. Durasi penggunakan item ini adalah 30 menit.

Incubator
Incubator Pokemon Go

Tempatkan Pokémon Eggs didalam Incubator, dan telur tersebut akan menetas setelah kamu berjalan pada jarak tertentu.

Lure Module
Lure Module  Pokemon Go

Kamu dapat menggunakan Lure Module untuk menarik wild Pokémon ke PokéStop untuk beberapa waktu.

Lucky Egg
Lucky Egg  Pokemon Go

Kamu dapat melipatgandakan jumlah XP yang kamu peroleh dalam waktu tertentu dengan menggunakan Lucky Egg.

Medals
Medals  Pokemon Go

Medals diberikan pada kamu untuk berbagai Achievements yang telah kamu lalui di Game.

Poké Balls
Poke Balls  Pokemon Go

Poké Balls adalah item yang digunakan untuk menangkap wild Pokémon. Kamu bisa mendapatkan Poké Balls di PokéStops atau membelinya di Shop.

Great Balls, Ultra Balls, dan Master Balls adalah tingkatan Poké Balls dengan kemampuan lebih besar untuk menangkap wild Pokémon.

PokéCoins
PokeCoins Pokemon Go

PokéCoins adalah mata uang yang digunakan untuk membeli item premium di Shop. Kamu juga bisa membeli PokéCoins di Shop.


Pokédex
Pokédex berisi informasi tentang spesies Pokémon yang telah kamu tangkap atau temui.

PokéStops
PokéStops adalah lokasi di mana Anda dapat mengumpulkan item seperti Poké Balls, Potions, dan Pokémon Eggs.

Sebuah PokéStops akan terlihat berubah ketika kamu sudah cukup dekat. Sentuh PokéStops, lalu putar Photo Disc didalamnya untuk mendapatkan item.

Potions
Potion Pokemon Go

Ada banyak varian Potions yang dapat kamu gunakan untuk menyembuhkan Pokémon. Item ini dapat mengembalikan HP (Hit Points) Pokémon.


Power-Up
Dengan menggunakan Stardust dan Candy, Trainer dapat meningkatkan Combat Power (CP) dan Hit Points (HP) Pokémon mereka.

Prestige
Prestige adalah ukuran kemajuan sebuah Gym. Prestige diperoleh ketika Pokémon dilatih di Gym. Tingkatkan Gym Prestige untuk menaikan Gym ke tingkat yang lebih tinggi.

Razz Berry
Razz Berry Pokemon Go

Saat bertemu Pokémon liar, kamu dapat menggunakan item ini untuk membuatnya lebih mudah ditangkap.


Stardust
Stardust Pokemon Go
Stardust diperoleh dengan menangkap Pokémon, menetaskan telur, dan mendapatkan Defender Bonus. Item ini dapat digunakan untuk menaikan kemampuan Pokémon (Power Up).



Sumber :
support.pokemongo.nianticlabs.com/hc/en-us/articles/222049307-Glossary
pokemon-go.web.id/tips-dan-trik/glosarium-dan-istilah-dalam-pokemon-go/

Terus yi? - Download Pokemon Go dan Istilah Pokemon Go Indonesia



Hari Pertama Menjadi Pekerja Kantoran

Hari ini adalah hari ke 390 gue sebagai karyawan di perusahaan swasta, gampangnya adalah 1 tahun 25 hari. Ditemani hembusan ac dan angin yang masuk kedalam badan (masuk angin maksudnye, sok puitis ya). Gue menulis cerita singkat setelah lulus kuliah dan pekerjaan pertama gue.

Setelah lulus kuliah, gue ga langsung nyari kerja karena berbagai alasan yang membuat gue males untuk melamar, salah satunya pengen istirahat sejenak, pengen liburan dulu, pengen kaya bonjovi rocker yang sayang istri… uoo… lah.

Selama 5 bulan gue nganggur, sebetulnya selama itu gue ikutan sebagai volunteer di Garuda Organizer (job fair), Disney (Disney Live! "Three Classic Fairy Tales"). Disana job description gue berhubungan dengan ticketing, ya memang gue ga ngincar uangnya tapi lebih mencari link pertemanan. Disana gue bisa lamar pekerjaan gratis sepuasnya (job fair) dan menonton Disney Live di tempat VVIP. Indah bukan.

Setelah semua selesai gue langsung apply beberapa perusahaan dari bank, IT konsultan, IT Service sampe akhirnya gue diterima di perusahaan finance yang terletak di Sudirman, bukan sukirman. Awalnya gue ragu untuk menerima penawaran disana, karena team gue cewek semua plus boss gue cewe. Kata orang pekerjaan pertama ga boleh banyak milih. Dan tanpa pikir panjang gue serius buat ikut test dan interview dibanding perusahaan lain, sebelumnya gue ga pernah serius pas tes dan interview. Coba lo bayangin ada interview nanya, kenapa kamu memilih perusahaan ini, dengan santainya gue jawab karena dekat dengan rumah jadi saya ga akan telat kekantor. Edan bahahahaha…

Setelah hampir 6-8 kali bolak balik ke perusahaan finance ini akhirnya gue diterima dan bisa masuk pada 1 april. Yap ini adalah pekerjaan pertama gue. Hari pertama masuk gue seperti orang asing yang dari planet mars ke bumi. Bingung, gugup, ga tau mesti ngapain. Perlahan team gue dateng dan mulai bekerja. Gue? Bengong.

Sejujurnya tulisan ini sudah ada sejak 2-3 bulan kerja tapi baru hari ini gue posting. Pekerjaan pertama memang pijakan pertama untuk belajar mengubah status mahasiswa ke pekerja, sebetulnya cita cita gue bukanlah jadi pekerja melainkan jadi pengusaha, doakan saja pekerjaan ini adalah pijakan awal untuk gue. Aamiin.

Hari pertama masuk kantor perjalanan sangat jauh (Cibubur – Sudirman) dari rumah jam 6an sampe kantor jam 9an padahal masuk kantor jam set9. Waktu itu gue telat karena mesti lewat jalan besar karena ketidaktahuan lewat jalan yang lebih cepat. Sampe kantor basah kuyup karena gue selalu pake daleman kaos yang diluarnya kemeja (jadi mesti ganti di toilet), sangking panas dan macetnya, udah kaya orang belom mandi setaun dah gue (sampe sekarang juga). Saat itu gue gakuat buat menjalani perjalanan kantor gue. Sumpah.

Masuk kantor dan diperkenalkan sama orang orang baru, gue bener bener kaya orang dari planet mars. Mungkin gue adalah orang yang sedikit pendiem kali ya, jadi kenalan sama orang yang lebih tua bingung mau basa basi apa. Akhirnya diberitahulah tempat meja dimana gue bekerja. Samping, depan belakang perempuan semua. Oh my god! Gue gabisa begini. Mau ngobrol sama siapa coba.

Istirahatpun tiba gue bawa makanan sendiri karena gatau harus beli dimana dan gimana. Makan di tempat sendiri dan karena kecapean gue tidur ditempat kerja (sekarang udah biasa). Jam yang ditunggu tunggu telah tiba. Yap jam pulang kantor, gue langsung bersiap dan teng go! Dari kantor jam set 6 dan sampe rumah jam 8 malam, macet banget ibukota kali itu. Gue baru tau dan sadar susahnya kerja, gue dulu sebagai mahasiswa hanya minta uang doang terus kadang suka cabut kuliah, tapi gatau gimana ortu gue nyari duit buat kuliahin gue, buat kasih makan gue, buat kasih uang jajan gue. Sekarang gue sadar. Gue berdoa semoga mereka selalu ada sampai gue berhasil. Doaken.

Sebetulnya masih banyak cerita yang mau gue bagi berhubung udah lumayan capek Sudirman - Cibubur. segini dulu yaa :) See you

Terus yi? - Hari Pertama Menjadi Pekerja Kantoran



Review Google Cardboard Indonesia

Cardboard pertama kali diperkenalkan oleh Google pada saat Google I/O 2014, sehingga saat ini disebut Google Cardboard. Google Cardboard sendiri Masuk dalam kategori Mobile VR Headset, karena menggunakan smartphone sebagai alat yang akan menampilkan konten VR (Virtual Reality).

Kali ini saya berkesempatan membeli Cardboard versi paling murah (tahulah alasannya) yang bahannya terbuat dari kardus. Versi ini yang paling sederhana, karena kini samsung sudah memulai membuat cardboard versinya tersendiri, mungkin vendor lain akan menyusul nantinya. Tanpa berpanjang lebar mari saatnya mereview Google Cardboard, yang pastinya dilihat dari sisi seorang pengguna :) 


Design
Sebelum dapat digunakan, saya diharuskan merakit Google Cardboard nya dahulu (versi kardus). Untungnya tidak begitu lama untuk merakitnya dikarenakan sudah ada petunjuk yang mudah dimengerti.

Kardus Google Cardboard Indonesia
Google Cardboard yang saya beli sangat sederhana, karena pada saat membeli saya hanya mendapatkan lembaran kardus, lem 2 arah, lensa, magnet, karet (punya saya kebuang jadi pakai karet nasi goreng deh).

Lensa Google Cardboard

Magnet dan cara merakit Google Cardboard

Saya mendapat magnet yang awalnya saya kira hanya untuk mengencangkan kardus saja, ternyata magnet ini satu satunya triger di cardboard (kalau dalam stik ps mungkin kita umpamakan "select").
Sisi Kanan Google Cardboard yang sudah jadi
Sisi kiri Google Cardboard Indonesia, terdapat barcode dan magnet
Lokasi penempatan Smartphone
Ketika Google Cardboard sudah jadi saya ingin cepat cepat merasakan sensasi VR  dengan memakai Google Cardboard ini, mari.

Fitur
Di cardboard saya menyarankan sebelumnya untuk download App Cardboard di playstore atau kamu bisa juga scan barcode di Cardboard mu untuk download App Cardboard. Disana ada banyak fitur yang bisa kita gunakan seperti melihat gallery video di smartphone kita yang nantinya akan jadi VR secara otomatis, kita pun bisa diajak jalan jalan dengan google earth atau main game dengan sensasi yang seakan akan kita berada dalam game itu. Seru!
Tampilan App Cardboard
App VR sendiri tidak begitu banyak dibanding aplikasi biasa, tapi saya sangat yakin segmen ini pastinya akan banyak peminatnya, jika kamu ingin mencari app dan games VR, maka search di playstore dengan kata kunci "VR".

Untuk menggunakan Google Cardboard, smartphone hanya dimasukan kedalamnya dan disesuaikan, untuk memilih (select) kita dapat menggunakan magnet yang ada pada Google Cardboard dengan menggeser kebawah.

Magnet pada Google Cardboard yang sudah jadi
Lokasi Penempatan Smartphone pada Google Cardboard 
Ketika Smartphone sudah didalam Google Cardboard
Tampilan Google Cardboard dari depan


Kesimpulan 
Dulu saya ingin sekali membuat sendiri Google Cardboard ini, karena saat itu sangat susah sekali menemukan penjual di Indonesia, dan sekalipun ada harganya masih mahal untuk ukuran sebuah kardus. Karena Google memberikan instruksi lengkap bagaimana cara membuatnya di google.com/get/cardboard. Adapun alasan terkuat kenapa saya ingin memilikinya, dikarenakan sensasi Virtual Reality yang membuat saya ingin mencobanya. 

Tidak lengkap rasanya jika review ini tidak ada poin plus dan minusnya, berikut saya ungkapkan kelebihan dan kekurangannya dari sisi pengguna :

Kelebihan :
- Harganya yang sangat terjangkau (versi kardus) saya membeli sekitar 23-30 ribu
- Sensasi VR membuat saya berdecak kagum
- Ringan, mudah dibawa

Kekurangan :
- Karena bahannya kardus jika terkena noda akan berbekas
- Agak ragu dengan kekuatan kardusnya jika digunakan dalam jangka waktu lama
- Saat ini belum banyak game dan app (saya yakin pasti akan banyak)
- Saya membeli yang tanpa ikatan kepala, jadi mesti dipegang terus deh

Tips
Jangan gunakan terlalu lama, karena jarak mata dengan layar smartphone terlalu dekat.
Jika kamu ingin merasakan sensasi VR tanpa Google Cardboard, silakan kesini

Selamat datang dunia Virtual Reality! Huray!
Terus yi? - Review Google Cardboard Indonesia