Hari Pertama Menjadi Pekerja Kantoran

Hari ini adalah hari ke 390 gue sebagai karyawan di perusahaan swasta, gampangnya adalah 1 tahun 25 hari. Ditemani hembusan ac dan angin yang masuk kedalam badan (masuk angin maksudnye, sok puitis ya). Gue menulis cerita singkat setelah lulus kuliah dan pekerjaan pertama gue.

Setelah lulus kuliah, gue ga langsung nyari kerja karena berbagai alasan yang membuat gue males untuk melamar, salah satunya pengen istirahat sejenak, pengen liburan dulu, pengen kaya bonjovi rocker yang sayang istri… uoo… lah.

Selama 5 bulan gue nganggur, sebetulnya selama itu gue ikutan sebagai volunteer di Garuda Organizer (job fair), Disney (Disney Live! "Three Classic Fairy Tales"). Disana job description gue berhubungan dengan ticketing, ya memang gue ga ngincar uangnya tapi lebih mencari link pertemanan. Disana gue bisa lamar pekerjaan gratis sepuasnya (job fair) dan menonton Disney Live di tempat VVIP. Indah bukan.

Setelah semua selesai gue langsung apply beberapa perusahaan dari bank, IT konsultan, IT Service sampe akhirnya gue diterima di perusahaan finance yang terletak di Sudirman, bukan sukirman. Awalnya gue ragu untuk menerima penawaran disana, karena team gue cewek semua plus boss gue cewe. Kata orang pekerjaan pertama ga boleh banyak milih. Dan tanpa pikir panjang gue serius buat ikut test dan interview dibanding perusahaan lain, sebelumnya gue ga pernah serius pas tes dan interview. Coba lo bayangin ada interview nanya, kenapa kamu memilih perusahaan ini, dengan santainya gue jawab karena dekat dengan rumah jadi saya ga akan telat kekantor. Edan bahahahaha…

Setelah hampir 6-8 kali bolak balik ke perusahaan finance ini akhirnya gue diterima dan bisa masuk pada 1 april. Yap ini adalah pekerjaan pertama gue. Hari pertama masuk gue seperti orang asing yang dari planet mars ke bumi. Bingung, gugup, ga tau mesti ngapain. Perlahan team gue dateng dan mulai bekerja. Gue? Bengong.

Sejujurnya tulisan ini sudah ada sejak 2-3 bulan kerja tapi baru hari ini gue posting. Pekerjaan pertama memang pijakan pertama untuk belajar mengubah status mahasiswa ke pekerja, sebetulnya cita cita gue bukanlah jadi pekerja melainkan jadi pengusaha, doakan saja pekerjaan ini adalah pijakan awal untuk gue. Aamiin.

Hari pertama masuk kantor perjalanan sangat jauh (Cibubur – Sudirman) dari rumah jam 6an sampe kantor jam 9an padahal masuk kantor jam set9. Waktu itu gue telat karena mesti lewat jalan besar karena ketidaktahuan lewat jalan yang lebih cepat. Sampe kantor basah kuyup karena gue selalu pake daleman kaos yang diluarnya kemeja (jadi mesti ganti di toilet), sangking panas dan macetnya, udah kaya orang belom mandi setaun dah gue (sampe sekarang juga). Saat itu gue gakuat buat menjalani perjalanan kantor gue. Sumpah.

Masuk kantor dan diperkenalkan sama orang orang baru, gue bener bener kaya orang dari planet mars. Mungkin gue adalah orang yang sedikit pendiem kali ya, jadi kenalan sama orang yang lebih tua bingung mau basa basi apa. Akhirnya diberitahulah tempat meja dimana gue bekerja. Samping, depan belakang perempuan semua. Oh my god! Gue gabisa begini. Mau ngobrol sama siapa coba.

Istirahatpun tiba gue bawa makanan sendiri karena gatau harus beli dimana dan gimana. Makan di tempat sendiri dan karena kecapean gue tidur ditempat kerja (sekarang udah biasa). Jam yang ditunggu tunggu telah tiba. Yap jam pulang kantor, gue langsung bersiap dan teng go! Dari kantor jam set 6 dan sampe rumah jam 8 malam, macet banget ibukota kali itu. Gue baru tau dan sadar susahnya kerja, gue dulu sebagai mahasiswa hanya minta uang doang terus kadang suka cabut kuliah, tapi gatau gimana ortu gue nyari duit buat kuliahin gue, buat kasih makan gue, buat kasih uang jajan gue. Sekarang gue sadar. Gue berdoa semoga mereka selalu ada sampai gue berhasil. Doaken.

Sebetulnya masih banyak cerita yang mau gue bagi berhubung udah lumayan capek Sudirman - Cibubur. segini dulu yaa :) See you

Terus yi? - Hari Pertama Menjadi Pekerja Kantoran



Review Google Cardboard Indonesia

Cardboard pertama kali diperkenalkan oleh Google pada saat Google I/O 2014, sehingga saat ini disebut Google Cardboard. Google Cardboard sendiri Masuk dalam kategori Mobile VR Headset, karena menggunakan smartphone sebagai alat yang akan menampilkan konten VR (Virtual Reality).

Kali ini saya berkesempatan membeli Cardboard versi paling murah (tahulah alasannya) yang bahannya terbuat dari kardus. Versi ini yang paling sederhana, karena kini samsung sudah memulai membuat cardboard versinya tersendiri, mungkin vendor lain akan menyusul nantinya. Tanpa berpanjang lebar mari saatnya mereview Google Cardboard, yang pastinya dilihat dari sisi seorang pengguna :) 


Design
Sebelum dapat digunakan, saya diharuskan merakit Google Cardboard nya dahulu (versi kardus). Untungnya tidak begitu lama untuk merakitnya dikarenakan sudah ada petunjuk yang mudah dimengerti.

Kardus Google Cardboard Indonesia
Google Cardboard yang saya beli sangat sederhana, karena pada saat membeli saya hanya mendapatkan lembaran kardus, lem 2 arah, lensa, magnet, karet (punya saya kebuang jadi pakai karet nasi goreng deh).

Lensa Google Cardboard

Magnet dan cara merakit Google Cardboard

Saya mendapat magnet yang awalnya saya kira hanya untuk mengencangkan kardus saja, ternyata magnet ini satu satunya triger di cardboard (kalau dalam stik ps mungkin kita umpamakan "select").
Sisi Kanan Google Cardboard yang sudah jadi
Sisi kiri Google Cardboard Indonesia, terdapat barcode dan magnet
Lokasi penempatan Smartphone
Ketika Google Cardboard sudah jadi saya ingin cepat cepat merasakan sensasi VR  dengan memakai Google Cardboard ini, mari.

Fitur
Di cardboard saya menyarankan sebelumnya untuk download App Cardboard di playstore atau kamu bisa juga scan barcode di Cardboard mu untuk download App Cardboard. Disana ada banyak fitur yang bisa kita gunakan seperti melihat gallery video di smartphone kita yang nantinya akan jadi VR secara otomatis, kita pun bisa diajak jalan jalan dengan google earth atau main game dengan sensasi yang seakan akan kita berada dalam game itu. Seru!
Tampilan App Cardboard
App VR sendiri tidak begitu banyak dibanding aplikasi biasa, tapi saya sangat yakin segmen ini pastinya akan banyak peminatnya, jika kamu ingin mencari app dan games VR, maka search di playstore dengan kata kunci "VR".

Untuk menggunakan Google Cardboard, smartphone hanya dimasukan kedalamnya dan disesuaikan, untuk memilih (select) kita dapat menggunakan magnet yang ada pada Google Cardboard dengan menggeser kebawah.

Magnet pada Google Cardboard yang sudah jadi
Lokasi Penempatan Smartphone pada Google Cardboard 
Ketika Smartphone sudah didalam Google Cardboard
Tampilan Google Cardboard dari depan


Kesimpulan 
Dulu saya ingin sekali membuat sendiri Google Cardboard ini, karena saat itu sangat susah sekali menemukan penjual di Indonesia, dan sekalipun ada harganya masih mahal untuk ukuran sebuah kardus. Karena Google memberikan instruksi lengkap bagaimana cara membuatnya di google.com/get/cardboard. Adapun alasan terkuat kenapa saya ingin memilikinya, dikarenakan sensasi Virtual Reality yang membuat saya ingin mencobanya. 

Tidak lengkap rasanya jika review ini tidak ada poin plus dan minusnya, berikut saya ungkapkan kelebihan dan kekurangannya dari sisi pengguna :

Kelebihan :
- Harganya yang sangat terjangkau (versi kardus) saya membeli sekitar 23-30 ribu
- Sensasi VR membuat saya berdecak kagum
- Ringan, mudah dibawa

Kekurangan :
- Karena bahannya kardus jika terkena noda akan berbekas
- Agak ragu dengan kekuatan kardusnya jika digunakan dalam jangka waktu lama
- Saat ini belum banyak game dan app (saya yakin pasti akan banyak)
- Saya membeli yang tanpa ikatan kepala, jadi mesti dipegang terus deh

Tips
Jangan gunakan terlalu lama, karena jarak mata dengan layar smartphone terlalu dekat.
Jika kamu ingin merasakan sensasi VR tanpa Google Cardboard, silakan kesini

Selamat datang dunia Virtual Reality! Huray!
Terus yi? - Review Google Cardboard Indonesia



Review Xiaomi Mi Band

Bukannya mau review nama band atau batu giok dari tiongkok, tapi kali ini saya akan mereview gelang yang sedang kekinian dari Xiaomi, yaitu Mi Band. jeng jeng!

Xiaomi Mi Band adalah gelang kesehatan yang dapat mengetahui berapa langkah dan kualitas tidur si pemakai. Fitur tambahan lainnya adanya notifikasi telepon, alarm dan dapat melakukan penghitungan sit up maupun jumping rope. Kita dapat membuat target melangkah dalam sehari, nantinya ada notifikasi melalui getar dan lampu yang berkedip dari Mi Band, jika target sudah mencapai 1/3, 2/3 dan target tercapai.

Isi Box
Didalam kemasan Xiaomi Miband terdapat charger khusus, gelang, buku buku kitab alias user manual, dan inti Mi Band. Kemasannya begitu terlihat sangat premium (menurut saya) sama seperti kardus produk Xiaomi lainnya. Dibelakang box terdapat spesifikasinya seperti IP67 (Tahan Air & debu), menggunakan batere 41 mah, mendukung koneksi bluetooth 4.0 (hemat batere).




Desain
Dari sisi desain xiaomi miband sangat sederhana dengan tambahan gelang berwarna hitam didalam box (tersedia warna gelang lain juga, tetapi yang resmi belom tersedia di indonesia) membuat pemakai akan cocok menggunakannya disetiap saat.

Selain itu inti Mi Band ini diklaim sudah anti air dan anti debu IP67 juga anti alergi (gelang) dimana bisa digunakan untuk hampir semua orang. Bagaimana dengan fitur yang diberikan?



Fitur
Yap xiaomi mi band menurut pemakaian saya selama sebulan ini banyak sekali fitur yang berguna selain bisa memonitoring langkah dan kualitas tidur. Fitur yang membuat saya senang adalah adanya notifikasi alarm yang bergetar. Saya adalah sang pemimpi alias susah bangun tidur, dengan adanya notifikasi ini membantu agar saya bisa tepat waktu saat bangun tidur. Perlu diingat Mi Band diharuskan terkoneksi dengan Mi Fit di Playstore, untuk terkoneksi dibutuhkan bluetooth. Jadi smartphonemu mesti aktif terus bluetooth nya. Boros dong? Tidak, karena Mi Band sudah memakai bluetooth V4 yang diklaim lebih sedikit memakan batere.

Ketika Mi Band tersambung  aplikasi Mi Fit
Selain itu, jika Smartphone kamu memakai Android 4.4 atau lebih tinggi bisa menggunakan fitur SmartUnlock dimana jika kamu memakai Mi Band kamu dapat membuka smartphone tetapi jika Mi Band dijauhkan maka smartphone kamu kekunci. Asik kan!

Fitur Official Mi Fit di playstore
Jika kamu membutuhkan tambahan notifikasi yang lebih banyak, seperti bbm, wa, sms dan socmed lainnya kamu bisa memakai aplikasi Mi Fit tweaked yang bisa diambil di sini.

Harga
Gak sangka dengan fitur lumayan bermanfaat hanya dibanderol 225.000 saja, yang didapat melalui situs resmi mi.com dan pastinya bergaransi 6 bulan secara resmi. Kebetulan saya mendapatkan undangan pertama launch penjualan melalui situs buy.mi.com/id/ (walau harus beli juga) mungkin nantinya flash sale xiaomi tidak akan hadir lagi di lazada tetapi langsung melalui situs resmi nya. Mungkin. 


Kesimpulan.
Ekspektasi saya sangat tinggi akan Xiaomi Mi band ini tetapi setiap kelebihan pasti akan dibarengi kekurangan, jika saya jabarkan kekurangan dan kelebihan akan seperti ini.

Kelebihan :
- Harga sangat murah jika dibanding dengan merk lain
- Ringan, saya berasa tidak menggunakan gelang kesehatan
- Anti air dan debu
- Banyaknya fitur selain memonitoring kesehatan (notifikasi)
- Batere sangat awet (sebulan saya belom charger loh)
- Dapat digunakan untuk handphone non Xiaomi (saya memakai Android One) Apple pun bisa

Kekurangan :
- Sedikit susah masuk Mi Fit melalui aplikasi  
- Tidak dapat memonitoring tidur siang/sore
- Setelah pemakaian sebulan, gelang mengalami banyak luka (wajar karena berbahan silikon, tetapi tidak begitu terlihat)

Secara garis besar kekurangan diakibatkan aplikasi dan server yang mungkin dipengembangannya akan bisa diatasi. Jika kamu adalah orang yang aktif dan ingin mengubah hidup menjadi lebih baik Xiaomi Mi band cocok dengan kamu, mengingat harganya jauh lebih murah dibanding gelang kesehatan lainnya. Gimana? Pengen beli? Buruan deh.

Permen lollipop memang manis tetapi coklat Kitkat lebih renyah
Sekian dulu ya sob, sampai ketemu di review selanjutnyiaaa...

Kualitas tidur saya semalam
Lebih detail kualitas tidur saya

Langkah saya sehari, target cuman 4000


Terus yi? - Review Xiaomi Mi Band



Pengalaman membuat NPWP

Kamis 25 maret 2015, Pagi itu gue berniat untuk membuat NPWP walaupun gue sendiri belom bekerja dan mengapa harus dibuat karena NPWP sendiri salah satu syarat nantinya untuk melengkapi calon pekerja, dimana sebagai warga yang baik kita harus taat dengan pajak dan sayang sama pacar (kaya punya aja). NPWP atau Nomor pokok wajib pajak selain untuk syarat menjadi calon pekerja ternyata juga memiliki beberapa manfaat loh, seperti :

Kemudahan Pengurusan Administrasi untuk

Pengajuan Kredit Bank;
Pembuatan Rekening Koran di Bank;
Pengajuan SIUP/TDP;
Pembayaran Pajak Final (PPh Final, PPN dan BPHTB, dll);
Pembuatan Paspor;
Mengikuti lelang di instansi Pemerintah, BUMN dan BUMD.
Dan lainnya.

Pagi itu sekitar jam 07.45 pagi gue berangkat dari rumah dan menuju Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pasar rebo, perlu diinget ya setiap domisili di KTP memiliki KPP tersendiri jadi ga bisa memilih sendiri. Mungkin buat kamu yang bingung bisa meluncur kesini (nunjuk kehati)
Sesampai disana tepatnya jam 08.12 gue langsung bertanya sama satpam yang siap didepan pintu utama tentang bagaimana cara membuat NPWP baru dan alurnya, perlu diketahui di jam segitu sudah banyak sekali kerumunan orang yang katanya (satpam) sedang membuat SPT (surat yang oleh Wajib pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak) masih bingung apa itu SPT, coba baca ini

Saat bertanya pada satpam gue langsung diberikan form data diri yang nantinya akan dimasukan kedalam data NPWP, setelah dapet form gue langsung mengambil nomer antrian didepan pintu dan tidak lupa mengisinya. Tips jangan lupa bawa pulpen dan jangan mencontek data diri orang lain
Nomer antrian yang didapat berbeda antara pembuat NPWP baru dengan SPT itu jadi tenang saja akan cepat kok, saat itu gue dapet nomer B25, dan hebatnya pas ambil nomor antrian kita di foto loh terus nanti foto kita muncul di layar ketika nomer kita dipanggil (norak ya gue). Disamping itu ada sekitar 8 loket yang siap memanggil nomer antrian (banyaknya).

Setelah dipanggil nanti kita akan dijelaskan (saat itu gue dapet sama anak magang gitu, jadi gue yang banyak nanya) dan ternyata ngurus NPWP itu cepet kok dan gampang banget loh, cuman sehari hemm.. ga sampe sih, sejam malah NPWP gue sudah jadi alias online, walau kartunya belom bisa dipegang juga sih karena maksimal akan dikirim 30 hari ke alamat form yang sebelumnya di isi tadi. Gimana ? jadi alurnya adalah minta form > mengambil nomor antrian > sembari nunggu dipanggil mending isi form sama update sosmed > dipanggil, dijelasin dan jadi deh. Simple bukan?

Sekian pengalaman ga penting gue, selanjutnya gue akan bagi pengalaman pertama kerja. So, jangan bookmarks blog dan jangan dibaca lagi ya.

Psstt denger denger bikin NPWP bisa online juga loh, coba baca disini (nunjuk hati lagi)

Terus yi? - Pengalaman membuat NPWP